Kunanti kau di pintu surga (3)






Dua tahun kemudian . . . . . . .
”Hai Abil apa kau tak mau menikah lagi dan ingin punya keturunan???” kata Ibu Abil ”Bagiku hidup hanya satu kali, mati hanya satu kali, jadi menikahpun juga hanya sekali Bu . . . jadi cukuplah satu wanita yang bernama Zainab untuk menjadi istriku dan menjadi ibu bagi anak – anakku” ”Tapi Nak, kau kan tak punya keturunan???” ”Siapa bilang saya tak punya keturunan Ibu??? Bukankah anak – anak di panti asuhan Sayang Bunda, adalah keturunanku dengan Zainab, mereka adalah anak – anak yang kami bimbing selama Zainab masih hidup hingga sekarang . . .
Dialah semangat hidupku Ibu, katanya tidak setiap jalan ada kebahagiaan, dan hidup tak selamanya selalu mudah dan bahagia, jika kita tak meninggalkan kehidupan, kenapa harus meninggalkan cinta . . .
Kau tahu Ibu, setiap kututup mataku dan kubayangkan dia, lalu kubuka mataku lagi, diapun muncul di hadapanku . . .“ ”Hmmm ternyata kau benar – benar setia dan sangat mencintai Zainab, baiklah terserah apa yang akan kau lakukan asalkan kau bahagia . . . “

selesai.........


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

index

detiknews

Photobucket

lowongan kerja